4 Alasan Kenapa Memperpendek URL itu Bermanfaat

4 Alasan Kenapa Memperpendek URL itu Bermanfaat

Saat ini mungkin kamu sudah tidak asing lagi dengan URL pendek atau short URL. Biasanya short URL sering kamu temui di Twitter, Facebook, atau media sosial lainnya. Meskipun beberapa orang menganggap short URL itu buruk karena sering digunakan untuk menyembunyikan link spam, namun PG ingin melihat dari sudut pandang yang berbeda, yaitu manfaatnya.

Berikut ini adalah 4 alasan kenapa memperpendek URL itu bermanfaat:

Membuat Link Mudah Diingat

Mana yang lebih mudah diingat:

ini: http://www.pusatgratis.com/ebook-gratis/download-panduan-membuat-website-dengan-html5.html

atau

ini: http://cli.gs/desainweb

Selain mudah diingat, custom URL pendek seperti diatas terlihat lebih cantik daripada URL aslinya yang sangat panjang.

 

Membuat Link Mudah Dibagikan

Link yang pendek mudah dibagikan, baik melalui email, Twitter, Facebook, maupun media sosial lainnya. Bayangkan jika kamu membagikan link yang panjang tersebut di Twitter yang hanya memiliki batasan 140 karakter, tweet kamu jadi terlihat penuh dan panjang bukan?

 

Membuat Link Bisa Ditracking

Ini sangat penting, terutama bagi webmaster dan perusahaan. Dengan menggunakan URL shortener seperti Bit.ly, mereka bisa melihat statistik link tersebut: berapa kali link dibuka, dari situs apa link dibuka, serta data lokasi si pembuka link tersebut.

 

Lebih Mudah Bagi Pengguna Mobile

Bagi pengguna perangkat mobile seperti tablet atau smartphone, melakukan copy, paste, atau mengetikkan URL yang pendek jauh lebih mudah.

 

Itulah 4 manfaat memperpendek URL dengan URL shortener. Bagi kamu yang memiliki alasan lainnya, silahkan bagikan di kolom komentar PG dibawah ini.

Mengenal Lebih Dalam Tentang Chrome OS

Chrome OS memang belum populer di kalangan pengguna komputer. Tetapi tidak menutup kemungkinan suatu saat OS buatan Google ini bisa merangsek naik ke jajaran OS papan atas, seperti yang telah dilakukan Android di pasar OS Smartphone. Sebenarnya seperti apa sih Chrome OS itu? Di artikel ini PG akan mengajak kamu untuk mengenal lebih dalam tentang Chrome OS ini.

Mengenal Lebih Dalam Tentang Chrome OS

 

Apa itu Chrome OS?

Chrome OS adalah sistem operasi berbasis Linux yang dikembangkan oleh Google. Sistem operasi ini secara khusus dikembangkan agar bisa bekerja dengan baik dengan berbagai web apps di Chrome Web Store.

 

Chrome OS vs Chromium OS?

Banyak yang masih bingung dengan beda antara Chrome OS dengan Chromium OS. Chromium OS adalah versi open source dari Chrome OS. Chromium OS bisa didownload source code-nya oleh siapapun, bisa dimodifikasi dan dicompile oleh developer manapun. Sedangkan Chrome OS hanya akan disertakan di perangkat tertentu (Chromebook atau Chromebox) buatan Google atau Partner dari Google.

Chrome OS sudah diumumkan perilisannya sejak 7 Juli 2009, dan baru pada November 2009 Google menjadikannya Open Source dengan nama versi open source-nya yang diberi nama Chromium OS.

 

User Interface

Jika kamu adalah pengguna browser Google Chrome, maka kamu tidak akan asing dengan User Interface dari Chrome OS. Fitur dan tampilan Chrome OS memang identik dengan Google Chrome.

Saat pertama kali menghidupkan Chrome OS, kamu akan diminta untuk login ke akun Google kamu.

Mengenal Lebih Dalam Tentang Chrome OS

Setelah login, kamu akan disambut dengan tampilan desktop yang bersih dan simple. Kamu bisa mengganti gambar background sesuai dengan yang kamu inginkan.

Mengenal Lebih Dalam Tentang Chrome OS

Chrome OS terintegrasi dengan semua layanan Google seperti Google Drive, Google Docs, Gmail, Google Play, Google Plus, dan Google Search. Kamu juga bisa menginstall berbagai aplikasi lainnya dari Chrome Web Store. Setiap aplikasi bisa diinstall dengan cepat dan mudah, seperti saat menginstall ekstensi di Google Chrome.

Mengenal Lebih Dalam Tentang Chrome OS

Mengenal Lebih Dalam Tentang Chrome OS

Mengenal Lebih Dalam Tentang Chrome OS

Mengenal Lebih Dalam Tentang Chrome OS

File explorer Chrome OS juga terlihat sederhana. File Explorer ini sudah terintegrasi dengan zip archiver sehingga kamu bisa melakukan ekstrak atau compress tanpa menginstall aplikasi tambahan.

Mengenal Lebih Dalam Tentang Chrome OS

Halaman setting Chrome OS juga tidak jauh berbeda dengan halaman setting Google Chrome.

Mengenal Lebih Dalam Tentang Chrome OS

Chrome OS bisa berjalan dengan sangat cepat. Hanya butuh hitungan detik bagi OS ini untuk booting atau shutdown. Hal ini tidak begitu mengherankan karena memang OS ini sangat simple dan hampir semua aplikasinya berjalan secara cloud.

 

Harga

Satu hal yang sulit ditandingi dari Chromebook adalah masalah harga. Yup, Chromebook dengan Chrome OS harganya sungguh jauh dibawah harga laptop pada umumnya. Bayangkan saja, Acer C7 Chromebook hanya dijual seharga $199 (Rp. 1,9 jt), Samsung Chromebook seharga $249 (Rp. 2,4 jt), dan Samsung Chromebook 550 seharga $449 (Rp. 4,3 jt). Harganya sangat menggoda sekali khan?

 

Kekurangan

Karena memang dikembangkan secara khusus untuk aplikasi cloud dan web apps, Chromebook tidak disertai dengan hardisk berkapasitas besar. Chromebook Samsung hanya disertai dengan hardisk SSD berkapasitas 16GB saja, yang tentu saja didedikasikan untuk OS dan berbagai file sistem di Chromebook tersebut. Sedangkan file kita “disarankan” untuk disimpan di cloud storage semacam Google Drive.

Tentu saja hal itu memerlukan koneksi internet yang cepat. Tanpa internet berkecepatan tinggi, akan sulit bagi kita untuk bisa mengakses file dan data kita yang tersimpan di cloud storage.

 

Penggunaan

Dengan fitur dan spesifikasi tersebut, Chromebook hanya cocok digunakan untuk kegiatan browsing dan office saja. Pelajar, mahasiswa, pekerja kantoran, atau siapapun yang ingin menyelesaikan pekerjaannya bisa mengambil manfaat dari Chromebook ini.

Bagaimana? Tertarik dengan Chromebook tidak?

Bagi kamu yang ingin mencoba Chrome OS tanpa membeli Chromebook, kamu bisa menginstall Chromium OS di komputer kesayangan kamu. Langsung saja baca cara install Chromium OS yang sudah pernah PG bahas sebelumnya.