Mengganti Background Google Search dengan Custom Google Background Extension

Google terkenal atas kesederhanaannya dalam menyusun tampilan website mesin pencarinya. Kesadaran ini didasarkan pada riset yang panjang untuk memudahkan user dalam mencari informasi yang dibutuhkan tanpa terganggu oleh elemen-elemen yang tidak diperlukan. Sekedar informasi, Google tenar sebagai perusahaan yang membasiskan seluruh kebijakannya atas statistik. Untuk merancang sebuah halaman search engine yang mudah diakses oleh penggunanya, Google akan melakukan survey mengeai posisi bar search engine, warna yang semestinya digunakan, serta bagaimana tampilan yang diharapkan oleh pengguna. Meskipun terkesan memuja kesempurnaan, Google berkilah bahwa itu semua dilakukan demi kemudahan pengguna sendiri dalam memanfaatkan mesin pencari Google ini.

Dalam perkembangannya, setelah sukses menempatkan Google Chrome sebagai browser paling populer di dunia, Google melakukan beberapa inovasi, terutama pada display dengan membebaskan pengguna untuk mengutak-atik tampilan pada Google Chrome. Kali ini, Google membebaskan pengguna mengganti background dari Search Engine dengan gambar yang disukai demi menyenangkan para penggunanya. Opsi yang cukup menarik karena mungkin kita bosan dengan tampilan Google yang datar dan berwarna putih.

 

Mengganti Background Google Search dengan Custom Google Background Extension

Untuk mengganti background Google ini, kita harus memanfaatkan sebuah ekstensi, yaitu Custom Google Background yang bisa diperoleh dengan cara mengunjungi Chrome Store berikut:

https://chrome.google.com/webstore/detail/custom-google-background/jepibmfmhopgkplegmkjgifmhabbjadg

Kamu tinggal menambahkan ekstensi Chrome ini di Google Chrome kamu dengan mengklik “Add to Chrome”.

Mengganti Background Google Search dengan Custom Google Background Extension

Setelah itu kamu akan dibawa pada halaman yang mengarahkan kamu untuk menambahkan gambar, baik dari hard drive kamu maupun dari tautan tertentu di internet. Kamu juga bisa mempersonalisasikan berbagai tombol yang ada di website mesin pencari Google dengan cara menghilangkan mana-mana tombol yang tidak kamu sukai sesukamu.

 

Mengganti Background Google Search dengan Custom Google Background Extension

Setelah melakukan pengaturan, maka ketika kamu mengklik https://google.co.id, maka akan keluar tampilan mesin pencari dengan gambar background pilihan kamu.

 

Mengganti Background Google Search dengan Custom Google Background Extension

Dengan memanfaatkan fitur dari ekstensi Chrome ini, maka kamu dapat melakukan sedikit modifikasi pada browser Chrome kamu guna menghindari kebosanan oleh tampilan Google yang cenderung itu-itu saja. Kamu juga bisa berganti background secara berkala, cukup dengan mengakses ekstensi tersebut, lalu melakukan beberapa editing sekali lagi.

Cara Membuat Sendiri Tema untuk Google Chrome

Google Chrome tak henti berinovasi dalam hal display. Setelah memudahkan penggunanya mengakses aplikasi Google serta website yang paling sering dikunjungi, kali ini Google menangkap kecenderungan para pengguna untuk melakukan personalisasi terhadap browser kesayangannya. Yang dimaksud dengan personalisasi adalah mengutak-atik tampilan browser agar sesuai dengan apa yang diminatinya. Apakah kamu juga demikian?

Maka untuk mendukung ‘hobi’ pengguna ini, Google kemudian menerbitkan ekstensi resmi agar kamu bisa membuat tema sendiri untuk Google Chrome kamu.

Tutorial Membuat Sendiri Tema untuk Google Chrome

Resminya, tema ini akan muncul ketika kamu membuka tab baru dan belum memasukkan alamat situs tertentu. Biasanya pada Chrome, ketika tab baru terbuka, maka kamu akan disambut oleh opsi dari Chrome akan aplikasi serta website yang sering kamu kunjungi. Tujuannya memang agar kamu semakin mudah dalam mengakses situs-situs yang sering kamu kunjungi. Nah, dengan menambahkan ekstensi chrome ini, kamu bisa menambahkan gambar-gambar latar (background) yang seru dan sesuai dengan preferensi kamu.

Ingin mencoba? Pertama-tama, kamu perlu menginstall Chrome Extension:

https://chrome.google.com/webstore/detail/oehpjpccmlcalbenfhnacjeocbjdonic

Kamu akan diarahkan ke Google Chrome Store. Klik “Add to Chrome” untuk memasangkan ekstensi ini. Kamu akan disambut interface yang tujuannya agar kamu bisa mengimpor gambar favorit kamu ke Chrome. Pilih gambar yang kamu sukai dari hard drive kamu baik dengan cara browse atau drag n drop gambar tersebut, atau kamu juga bisa memanfaatkan gambar dari website tertentu dengan menyertakan tautan.

Tutorial Membuat Sendiri Tema untuk Google Chrome

Maka gambar pilihanmu akan ditampilkan sebagai background. Kamu masih bisa mengolah gambar tersebut, apakah pemasangannya sudah pas atau kamu ingin melakukan beberapa perubahan lagi.

Tutorial Membuat Sendiri Tema untuk Google Chrome

Berikutnya kamu bisa mengatur warna untuk tab yang tidak aktif serta tab yang aktif. Ini memungkinkan kamu memilih warna-warna favorit kamu yang akan segera tampil bersamaan dengan kamu membuka browser Google Chrome kamu.

Tutorial Membuat Sendiri Tema untuk Google Chrome

Bila pengaturan kamu rasa sudah cukup, klik pada “Install My Theme”. Jangan lupa memberinya nama, karena ini akan memudahkan kamu ketika ingin berganti-ganti tema bila bosan.

Tutorial Membuat Sendiri Tema untuk Google Chrome

Ta-da! Setelah melengkapi prosedur di atas, maka browser kamu akan tampil sebagaimana preferensi kamu. Kamu bisa menyimpannya di Chrome untuk suatu saat digunakan kembali bila kamu ingin berganti-ganti.

Tutorial Membuat Sendiri Tema untuk Google Chrome

Nah, dengan memberikan background pilihan kamu sendiri untuk Google Chrome, PG berharap kamu tidak akan cepat bosan atas tampilan browser Google Chrome yang itu-itu saja. Terkait dengan Google Chrome ini, memang Google sepertinya akan terus menerus melakukan inovasi untuk mempertahankan posisinya sebagai browser yang paling banyak digunakan di dunia.

Teknik Mengkompres File Bernama “Zopfli” Diperkenalkan Google untuk Menyaingi ZIP

Secara umum hampir semua orang dan semua pengguna internet menggunakan dan mengenal file dengan ekstensi ZIP. File dengan ekstensi ZIP merupakan sebuah langkah alternatif yang dilakukan untuk mengkompress sebuah data, sehingga membuat ukuran file menjadi lebih kecil dibanding ukuran sebelumnya normal tanpa mengurangi fungsi dari file itu sendiri.

Namun kini sebuah perusahaan raksasa yang sudah sangat dikenal yaitu Google, berusaha untuk membuat pesaing atau mengembangkan alternatif lain dari jenis file kompresi ZIP yang bernama Zopfli. Perusahaan search engine raksasa ini mengatakan bahwa Zopfli miliknya nanti akan memiliki sebuah kemampuan yang lebih baik dibandingkan dengan ZIP yang menggunakan teknik algoritma bernama DEFLATE.

Teknik Mengkompres File Bernama “Zopfli” Diperkenalkan Google untuk Menyaingi ZIP

Pihak Google mengklaim bahwa akan ada beberapa peningkatan fitur yang ada pada Zopfli miliknya yang antara lain adalah transmisi data yang lebih cepat dan mampu mengurangi latensi atau gangguan pada load halaman web serta mengurangi penggunaan baterai pada perangkat mobile.

Dalam sebuah tes yang dilakukan oleh Google, hasil kompresi data pada Zopfli memiliki ukuran file 3.7 hingga 8.3 persen lebih kecil dibandingkan dengan ZIP. Namun sayangnya dalam tes itu Zopfli membutuhkan rentang waktu 81 kali lebih lama dibandingkan dengan GZIP.

Teknik Mengkompres File Bernama “Zopfli” Diperkenalkan Google untuk Menyaingi ZIP

Dari hasil tes dan percobaan yang dilakukan oleh pihak Google tersebut, kesimpulan pun didapat, bahwa file Zopfli memiliki sebuah kemampuan kompresi pada konten statik yang lebih baik. Terlebih untuk ukuran file yang lebih kecil sehingga dapat membuat si pemilik situs menyimpan file dalam jumlah yang lebih banyak.

Untuk laman resmi dari proyek Zopfli ini bisa kamu kunjungi melalui tautan berikut ini.

Zopfli : https://code.google.com/p/zopfli/

10 Proyek Gagal Google yang Mungkin Belum Kamu Ketahui

Semenjak Larry Page dan Sergey Brin mengubah cara pandang dunia terhadap mesin pencari dengan mendirikan Google, perusahaan ini kemudian terkenal sebagai raksasa mesin pencari dengan banyak produk-produk sukses seperti Google Search, Gmail, Google Drive, Google Maps, dan masih banyak lagi.

Google memiliki ciri khas bahwa apa saja yang diluncurkannya harus memberikan pengalaman pengguna terbaik kepada penggunanya, serta dengan biaya seminimum mungkin. Dengan mendasarkan pada filosofi tersebut, apapun yang diluncurkan oleh perusahaan website ini tampaknya selalu sukses dan memancing minat publik. Termasuk juga kesuksesan Google menyaingin iOS dengan OS Android-nya. Namun apakah benar demikian?

10 Proyek Gagal Google yang Mungkin Kamu Tak Tahu

Meskipun Google diakui sangat bagus dalam ‘mengantisipasi’ masa depan dengan cara meluncurkan berbagai produk yang mengubah bagaimana dunia bergerak, tetap saja ada beberapa produk Google yang dianggap sebagai kegagalan besar.

Berikut ini PG akan membahas satu per satu produk-produk Google yang dikenang sebagai sebuah kegagalan. Mungkin beberapa diantaranya pernah kamu ketahui, tapi PG yakin pasti kebanyakan bahkan kamu belum pernah mendengarnya (saking gagalnya…) Hehe…

 

Google Lively

10 Proyek Gagal Google yang Mungkin Kamu Tak Tahu

Google Lively adalah salah satu contoh menarik mengenai ‘ide yang tepat, tapi implementasi yang keliru’. Jejaring sosial ini dikembangkan dengan premis bahwa orang-orang semakin mencintai ‘kehidupan online’, sehingga kenapa tidak memberikan ‘kehidupan online’ yang senyata mungkin di Internet?

Dengan mendasarkan ide tersebut, pengguna bisa membuat avatar untuk berinteraksi dalam sebuah lingkungan tiga dimensi yang mengkombinasikan dinamika chat dengan arsitektur bergaya “Minecraft” dan penciptaan ruang. Google Lively juga disertai Chat room yang memungkinkan kamu untuk berkomunikasi dengan teman secara nyata.

Hal inilah yang kemudian menjadi masalah. Mencampurkan antara dunia nyata (dengan grafis 3D) dengan dunia maya (chat room dan bulletin board) benar-benar tidak menarik minat orang-orang sama sekali. Menurut analisis, ini terjadi karena orang tentu saja mencari pengalaman yang berbeda di dunia maya. Sesuatu yang tidak sama dengan dunia nyata (Seperti chatting dan jejaring sosial), tapi tentu saja bukan berarti membawa figur dunia nyata (berupa avatar 3D dan pergerakan yang seperti game) ke dunia maya. Melalui Lively, kita harus bertemu orang lain, melakukan interaksi, dan kemiripan dengan pengalaman di dunia nyata ini justru menjadikan orang tidak tertarik pada Google Lively.

Google Answer

10 Proyek Gagal Google yang Mungkin Kamu Tak Tahu

Pelopor sistem ini adalah Yahoo! Answer yang memang memiliki banyak penggemar tersendiri. Namun ketika Google membuat website serupa untuk menyaingi Yahoo, apa yang terjadi?

Sebenarnya, ketika seseorang menggunakan Google dan mengetikkan keyword, maka di mesin pencari langsung tampil sesuatu yang merupakan ‘jawaban’ atas apa yang ditanyakan oleh user tersebut. Akan tetapi, hal ini menjadi janggal ketika kita perlu mengajukan pertanyaan secara formal pada Google Answer. Tidak banyak yang ingin mencobanya, karena ini berbeda dengan imej tentang Google.

 

Google Print Ads dan Radio

10 Proyek Gagal Google yang Mungkin Kamu Tak Tahu

Google adalah pelopor dalam sebuah sistem periklanan kreatif. Di Internet, Google menawarkan berbagai website untuk berbagi ‘sharing’ berupa hasil yang mereka terima bila ada seseorang yang mengklik spot iklan di Google. Teknik iklan kreatif ini ternyata menarik perhatian banyak orang, sehingga adwords semakin lama semakin ramai.

Akan tetapi, ketika Google mencoba mengiklankan materi di Google lewat sosialisasi media cetak dan radio, hasilnya adalah sebuah kegagalan!

Tidak banyak yang tertarik untuk memasang iklan lewat radio ataupun mencetakkannya di media massa dengan mengandalkan Google sebagai support. Namun proyek ini gagal karena orang memang sudah mempercayai Google sebagai sebuah raksasa Internet. Mereka tidak percaya pada media cetak dan radio yang dianggap tidak efektif untuk menyuarakan iklan mereka, termasuk meskipun Google-lah yang mengaturnya.

 

Dodgeball

10 Proyek Gagal Google yang Mungkin Kamu Tak Tahu

Pada tahun 2005, Google melakukan akuisisi terhadap dua karya kreatif: Android dan Dodgeball. Yang kedua ini mungkin tidak pernah kita dengar. Dodgeball adalah jejaring sosial yang spesifik tergantung lokasi. Ia diakuisisi bersama pendirinya, Dennis Crowley pada bulan Mei 2005. Sekali lagi, Google mempertaruhkan visi antara menyatukan dunia online dan dunia nyata, menggabungkan pengalaman sosial dengan lokasi favorit, tentu saja bahasan tentang kuliner, traveling, dan sebagainya.

Setelah mengalami kebuntuan selama  dua tahun, Crowley meninggalkan Google dan mendirikan Foursquare. Masalahnya adalah pada perangkat. Pada saat itu, mendeteksi lokasi (Google belum memiliki fitur latitude) dengan Dodgeball sangat lambat sehingga ide ini tidak dapat berjalan dengan baik.

Mungkin kita patut menyebutnya: salah zaman. Bila saja proyek ini dipertahankan, mungkin saat ini menjadi hits. Di dunia sekarang dimana kamu bisa dengan mudah menyalakan GPS di smartphone, memanfaatkan Google Latitude, Facebook location, dan banyak lagi, maka mungkin Dodgeball juga akan punya kesempatan berjaya.

 

Jaiku

10 Proyek Gagal Google yang Mungkin Kamu Tak Tahu

Google mengakuisisi situs mikro-blogging Jaiku pada bulan Oktober 2007. Idenya adalah posting singkat memanfaatkan RSS Feeds. Namun pada tahun 2009, jelas untuk persaingan mikro-blogging, Twitter-lah pemenangnya! Padahal ketika Jaiku diakuisisi Google dan mendapatkan sumber daya berlimpah, Twitter masih ada pada posisi yang sama dengan Jaiku, dan masih kekurangan dana!

Perceraian Google dan Jaiku dikelilingi oleh rumor perselisihan internal. Google secara resmi mengumumkan untuk menutup Jaiku pada tahun 2011.

 

Google Notebook

10 Proyek Gagal Google yang Mungkin Kamu Tak Tahu

Google Notebook sebenarnya merupakan bentuk tua dari Google Docs, sebuah layanan penyimpanan berbasis Cloud, yang mana bisa mensinkronkan catatan dan tugas, terkoneksi dengan baik dari desktop maupun ponsel. Cukup menarik bukan?

Sayang pengembangannya penuh permasalahan, scriptnya penuh bug dan akhirnya diputuskan untuk tidak diintegrasikan ke dunia Google. Padahal ide dasarnya cukup cemerlang. Kamu bisa berbagi catatan, sekaligus juga saling memberi komentar dengan memanfaatkan fitur Google Notebook ini.

 

Google Buzz

10 Proyek Gagal Google yang Mungkin Kamu Tak Tahu

Google Buzz ditambahkan pada Gmail pada tahun 2010. Ini merupakan layanan opsional yang muncul di folder tanpa peringatan.

Jadi sebenarnya apa bentuk Google Buzz ini? Ia mirip dengan Google Reader, dengan memanfaatkan RSS bisa melacak situs-situs favorit kita. Kelebihannya adalah, ia mudah digunakan pada perangkat handheld seperti tablet atau smartphone. Saat itu Smartphone belum populer. Kenapa ia muncul di Gmail? Google Buzz ini memungkinkan untuk mengumpulkan dan membaca email yang belum dibuka.

Mungkin bila Google Buzz dipertahankan, mungkin kita akan menikmatinya karena sekarang tablet dan smartphone merupakan perangkat yang umum dan memungkinkan untuk mengakses produk Google ini dengan lebih nyaman. sayang ia keburu dihentikan sebelum berkembang.

 

SideWiki – Wikipedia Alternatif

10 Proyek Gagal Google yang Mungkin Kamu Tak Tahu

Google memiliki akses terhadap ribuan buku di aneka perpustakaan dunia. Ia bahkan memiliki klausul perjanjian khusus dengan beberapa universitas terkemuka untuk menyebarkan banyak buku secara gratis lewat Google Books. Oleh karena itu, adalah sesuatu yang wajar bila Google berpikir untuk menciptakan website ‘pembunuh wikipedia’ – sebuah website yang akan menyaingi manfaat dan fungsionalitas wikipedia dengan sumber yang lebih akurat.

Namun faktanya, tidak banyak yang tertarik untuk berpartisipasi dalam proyek ini. Semua orang sudah familiar dengan Wikipedia dan menolak untuk menggunakan satu situs lagi meskipun sebutannya ‘sampingan’ (Side Wiki). Terbukti bahwa tidak mudah bagi Google untuk melakukan monopoli begitu saja dengan memanfaatkan seluruh sumber dayanya.

 

Google Video

10 Proyek Gagal Google yang Mungkin Kamu Tak Tahu

Tak perlu berpanjang lebar PG menjelaskan bahwa Google Video yang diluncurkan pada tahun 2005 ini tidak mampu menyaingi kepopuleran YouTube. Hingga pada akhirnya Google mengambil langkah pahit manis, yaitu mengakuisisi YouTube dengan nilai mencapai milyar dollar AS. Akuisisi ini dilakukan untuk menjaga monopoli Google dalam mesin pencari.

Dengan memiliki YouTube, Google memastikan traffic utama tetap mengalir ke Google seutuhnya. Ini berdampak besar pada kesediaan memasang iklan dengan menggunakan produk-produk Google seperti Adsense dan Adwords.

 

Google Wave

10 Proyek Gagal Google yang Mungkin Kamu Tak Tahu

Google Wave merupakan kegagalan Google yang paling terkenal. Tujuan awalnya adalah sebuah website berbagi konten secara menyeluruh. Jadi dengan menggunakan Google Wave, kita bisa berkirim surat, memutar video, berbagi artikel seperti di Forum, chatting, dan banyak lagi. Tapi pada akhirnya karena manfaatnya yang terlalu besar, justru menjadi ambigu dan tidak spesifik.

Justru malah akhirnya tidak menarik pengunjung untuk datang. Orang sudah memiliki ‘langganan’ tersendiri dalam melakukan kegiatan-kegiatan tersebut. Misalnya, kirim surat bisa lewat Gmail, chatting bisa lewat YM, sebuah website all-in-one justru menjadi konsep yang tak menarik bagi banyak orang!

 

Menyaksikan ulasan PG tersebut, ternyata banyak juga produk Google yang gagal. Namun tentu saja ini tidak menjadi alasan bagi sang raksasa untuk berhenti berinovasi. Hal inilah yang sebenarnya patut kita contoh. Gagal, dicaci maki seluruh dunia, tapi tak pernah berhenti. Terus maju dan berusaha untuk setia dengan prinsip-prinsip dasar yang telah membentuknya, yaitu tetap berinovasi, dan mengutamakan kebaikan bagi dunia – setidaknya itu yang pernah dikatakan oleh Larry Page.

Desain Baru Google Images Membuat Pencarian Gambar Jauh Lebih Cepat

Dalam beberapa hari kedepan Google akan segera mengupdate Google Images Search dengan desain yang baru. Dengan desain baru ini, Google percaya bahwa pencarian gambar melalui Google Images akan jauh lebih cepat dan mudah.

Berikut inilah tampilan Google Images baru yang akan segera digulirkan beberapa hari kedepan:

Desain Baru Google Images Membuat Pencarian Gambar Jauh Lebih Cepat

Di tampilan terbaru tersebut terlihat bahwa hasil pencarian gambar tampil dalam bentuk “inline panel”. Saat salah satu gambar kamu pilih, maka gambar tersebut akan langsung ditampilkan dibawah panel tersebut. Di sebelah kanan gambar akan ditampilkan juga detail metadata gambar tersebut, meliputi judul halaman yang berisi gambar tersebut, ukuran gambar, dan alamat situs sumber gambar tersebut. Detail nama domain tersebut juga menjadi bisa di klik sehingga user bisa dengan mudah mengunjungi situs sumber gambar tersebut.

Halaman situs yang berisi gambar tersebut kini juga tidak lagi ditampilkan secara iFrame. Ini dilakukan Google untuk mempercepat user saat mencari gambar serta mengurangi server load dari situs sumber.

Bagaimana menurut kamu? Senangkah kamu dengan update desain Google Image Search terbaru ini?

Melihat Video Youtube Langsung dari Hasil Pencarian Google dengan PreGBox

Apakah kamu sering browing mencari berbagai informasi dari mesin pencari Google? Saat kamu tengah melakukan pencarian dengan memasukkan kata kunci, maka semua hasil yang berkaitan akan ditampilkan. Selain daftar situs dan gambar, terkadang kamu juga menjumpai video di dalamnya.

Jika kamu penasaran untuk melihat video tersebut, pastinya yang kamu lakukan adalah dengan menge-klik tautan video dan secara otomatis akan terbawa menuju halaman video tersebut di Youtube. Namun pernah tidak kamu merasa kesulitan karena harus berkali-kali “pergi” dari Google ke Youtube hanya untuk melihat video? Jika iya, gunakan saja PreGBox.

PreGBox adalah ekstensi Google Chrome yang menawarkan kamu kemudahan untuk melihat video Youtube yang kamu temukan melalui Google. Penasaran? Berikut PG akan memberikan cara menggunakan PreGBox.

Seperti biasanya, untuk mendapatkan ekstensi PreGbox terlebih dahulu kunjungi Toko Web Chrome di:

https://chrome.google.com/webstore/detail/pregbox/gefpapknlkhibaffndpoafdjogfdkplg

Setelah halaman ekstensi terbuka, klik Tambahkan Ke Chrome.

Melihat Video Youtube Langsung dari Hasil Pencarian Google dengan PreGBox

 

Akan muncul kotak dialog yang mengijinkan pemasangan ekstensi baru ke dalam browser Chrome kamu. Pilih Tambahkan.

Melihat Video Youtube Langsung dari Hasil Pencarian Google dengan PreGBox

 

Tunggu hingga proses pengunduhan selesai.

Melihat Video Youtube Langsung dari Hasil Pencarian Google dengan PreGBox

 

Jika sudah kamu akan melihat pesan yang menandakan pemasangan ekstensi telah berhasil ditambahkan.

Melihat Video Youtube Langsung dari Hasil Pencarian Google dengan PreGBox

 

Untuk melihat hasilnya apakah PreGBox berjalan dengan baik, bisa kamu coba membuka mesin pencari Google dan memasukkan kata kunci yang berkaitan dengan video. Maka kamu akan melihat menu tambahan yang terdapat setelah judul dari video tersebut.

Melihat Video Youtube Langsung dari Hasil Pencarian Google dengan PreGBox

 

Setelah kamu menekan tombol tambahan, akan secara otomatis juga pop-up video akan muncul, dan kamu bisa untuk memulai menonton video tersebut.

Melihat Video Youtube Langsung dari Hasil Pencarian Google dengan PreGBox

 

Bagaimana, mudah bukan? Dengan menginstall PreGBox ke dalam browser Chrome, sekarang kamu bisa lebih praktis dan cepat untuk melihat video Youtube yang muncul di hasil pencarian Google. Selamat mencoba :D

Kompetisi Desain Google Doodle Kembali Dibuka, Berminat?

Google kini kembali menggelar sebuah lomba tahunan, yaitu lomba yang mengajak anak-anak dan generasi muda untuk membuat sebuah desain tematik unik yang nantinya dapat dipasang sebagai Google Doodle.

Google Doodle pada dasarnya adalah sebuah logo Google yang dimodifikasi sedemikian rupa dan ditampilkan pada saat peringatan atau event-event tertentu pada setiap Negara yang support dengan layanan Google tentunya.

Kompetisi Desain Google Doodle Kembali Dibuka, Berminat?

Seperti yang dikutip melalui Mashable, bahwa acara tahunan ini dapat diikuti oleh para generasi muda, mulai dari anak TK hingga anak-anak berusia maksimal 12 tahun.

Sebagai jurinya, Google akan melibatkan para selebriti serta masyarakat umum untuk memberikan penilaian terhadap desain Doodle yang masuk. Tema yang coba diangkat oleh Google kali ini adalah “My Best Day Ever”.

Menurut halaman resmi Google Doodle, bagi pemenang utamanya, karyanya akan secara otomatis dipajang sebagai Google Doodle dan sang pemenang akan menerima beasiswa berupa uang sebesar USD 30 ribu dan sekolahnya akan mendapatkan tunjangan sebesar USD 50 ribu dan beberapa hadiah menarik lainnya.

Kompetisi Desain Google Doodle Kembali Dibuka, Berminat?

Tertarik mendaftarkan anak atau adik kamu? Silakan kunjungi laman Google Doodle dan mengunduh form persyaratannya berikut.

Google Doodle : http://www.google.com/doodle4google

Form Entry : http://www.google.com/doodle4google/entry.html

Inovasi Baru Google: the Knowledge Graph

Mungkin agak terlambat bagi PG untuk memperkenalkan Google Knowledge Graph. Faktanya, layanan ini telah diluncurkan sejak Juni 2012 ini dan mungkin beberapa diantara kamu telah menggunakannya tanpa terasa!

Inovasi Baru Google: the Knowledge Graph

Apa yang dimaksud dengan The Knowledge Graph? Intinya Google akan menampilkan informasi lebih mendalam untuk kata kunci terkait dengan orang, peristiwa, atau lokasi tertentu yang populer, sehingga memungkinkan kamu untuk mencari informasi tentang orang terkait, peristiwa terkait, atau lokasi terkait. Biasanya diutamakan yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan.

Kamu bisa menyaksikan video preview Google Knowledge Graph berikut ini:

Lalu bagaimana prakteknya?

Misalnya kamu ingin mengetahui tentang tokoh tertentu, yaitu Steve Jobs. Ketikkan nama Steve Jobs di Bar pencarian Google. Maka kamu akan mendapatkan hasil pencarian seperti ini:

Inovasi Baru Google: the Knowledge Graph

Seperti yang kamu saksikan, di sebelah kanan akan ada semacam preview dari Steve Jobs meliputi foto, biografi singkat, serta tokoh-tokoh terkait dengan Steve Jobs.

Bila kamu menemukan informasi tersebut salah, maka kamu bisa melakukan editing sendiri secara langsung dengan mengklik tombol “Feedback” yang ada di bawah tampilan tersebut.

Inovasi Baru Google: the Knowledge Graph

Sebagai seorang tokoh besar, tentu saja ada tokoh-tokoh lain yang terkait dengan Steve Jobs. Kamu bisa menelusurinya dengan mengklik tokoh yang kamu inginkan.

Inovasi Baru Google: the Knowledge Graph

Dengan cara demikian, kamu akan lebih mudah mendapatkan informasi tentang tokoh tertentu beserta tokoh-tokoh lain yang berhubungan dengannya.

Dengan adanya fitur ini, Google mengharapkan bahwa pengguna Google yang haus akan ilmu pengetahuan merasa lebih asyik dalam berinteraksi serta mencari informasi tambahan yang diinginkan. Kamu bisa memanfaatkan fitur The Knowledge Graph ini untuk menunjang paper atau makalah yang merupakan tugas sekolah kamu.

Google memang tak pernah berhenti berinovasi, terutama dalam hal informasi. Begitu kuatnya peran Google dalam penyebaran informasi menjadikan perusahaan mereka populer luar biasa di seluruh penjuru dunia sehingga memunculkan berbagai mitos tentang Google. Saran PG, manfaatkanlah apapun fasilitas yang diberikan Google untuk menunjang kehidupanmu. Mumpung Gratis bukan?

 

Google Apps untuk Bisnis Kini Tidak Lagi Gratis

Google Apps kini hampir tidak bisa lepas dari setiap pengguna internet, baik kalangan bisnis maupun personal. Aplikasi yang terdiri dari Gmail, Google Calendar, Google Drive, Google Docs, dll ini memang sangatlah populer dan memiliki jumlah pengguna yang besar. PG yakin kamu juga pasti memiliki akun di salah satu Google Apps tersebut bukan?

Google Apps untuk Bisnis Kini Tidak Lagi Gratis

Sayangnya Google Apps untuk Bisnis kini tidak lagi gratis. Kalangan bisnis yang menggunakan Google Apps diharuskan membayar $50 per user setiap tahunnya, atau 5$ per user setiap bulannya. Tetapi dengan harga segitu memang ada fitur baru yang bisa mereka manfaatkan, yaitu:

Space Inbox 25GB
Space Google Drive 5GB
Custom email
Video chat, calendar, editing dokumen, dll
Layanan support 24/7 (termasuk support via telepon)
Garansi uptime hingga 99.9%

Bahkan jika kamu berlangganan akun Business with Vault ($10 per user setiap bulan), ada juga tambahan fitur seperti penyimpanan data bisnis penting, investigasi data, serta ekspor dan discovery data.

Namun kamu tidak perlu khawatir, karena jika kamu tidak membutuhkan fitur-fitur diatas, kamu bisa menggunakan versi gratis Google Apps seperti biasanya. PG juga tetap memakai versi gratisnya kog. :D

Mengenal Lebih Dalam Tentang Chrome OS

Chrome OS memang belum populer di kalangan pengguna komputer. Tetapi tidak menutup kemungkinan suatu saat OS buatan Google ini bisa merangsek naik ke jajaran OS papan atas, seperti yang telah dilakukan Android di pasar OS Smartphone. Sebenarnya seperti apa sih Chrome OS itu? Di artikel ini PG akan mengajak kamu untuk mengenal lebih dalam tentang Chrome OS ini.

Mengenal Lebih Dalam Tentang Chrome OS

 

Apa itu Chrome OS?

Chrome OS adalah sistem operasi berbasis Linux yang dikembangkan oleh Google. Sistem operasi ini secara khusus dikembangkan agar bisa bekerja dengan baik dengan berbagai web apps di Chrome Web Store.

 

Chrome OS vs Chromium OS?

Banyak yang masih bingung dengan beda antara Chrome OS dengan Chromium OS. Chromium OS adalah versi open source dari Chrome OS. Chromium OS bisa didownload source code-nya oleh siapapun, bisa dimodifikasi dan dicompile oleh developer manapun. Sedangkan Chrome OS hanya akan disertakan di perangkat tertentu (Chromebook atau Chromebox) buatan Google atau Partner dari Google.

Chrome OS sudah diumumkan perilisannya sejak 7 Juli 2009, dan baru pada November 2009 Google menjadikannya Open Source dengan nama versi open source-nya yang diberi nama Chromium OS.

 

User Interface

Jika kamu adalah pengguna browser Google Chrome, maka kamu tidak akan asing dengan User Interface dari Chrome OS. Fitur dan tampilan Chrome OS memang identik dengan Google Chrome.

Saat pertama kali menghidupkan Chrome OS, kamu akan diminta untuk login ke akun Google kamu.

Mengenal Lebih Dalam Tentang Chrome OS

Setelah login, kamu akan disambut dengan tampilan desktop yang bersih dan simple. Kamu bisa mengganti gambar background sesuai dengan yang kamu inginkan.

Mengenal Lebih Dalam Tentang Chrome OS

Chrome OS terintegrasi dengan semua layanan Google seperti Google Drive, Google Docs, Gmail, Google Play, Google Plus, dan Google Search. Kamu juga bisa menginstall berbagai aplikasi lainnya dari Chrome Web Store. Setiap aplikasi bisa diinstall dengan cepat dan mudah, seperti saat menginstall ekstensi di Google Chrome.

Mengenal Lebih Dalam Tentang Chrome OS

Mengenal Lebih Dalam Tentang Chrome OS

Mengenal Lebih Dalam Tentang Chrome OS

Mengenal Lebih Dalam Tentang Chrome OS

File explorer Chrome OS juga terlihat sederhana. File Explorer ini sudah terintegrasi dengan zip archiver sehingga kamu bisa melakukan ekstrak atau compress tanpa menginstall aplikasi tambahan.

Mengenal Lebih Dalam Tentang Chrome OS

Halaman setting Chrome OS juga tidak jauh berbeda dengan halaman setting Google Chrome.

Mengenal Lebih Dalam Tentang Chrome OS

Chrome OS bisa berjalan dengan sangat cepat. Hanya butuh hitungan detik bagi OS ini untuk booting atau shutdown. Hal ini tidak begitu mengherankan karena memang OS ini sangat simple dan hampir semua aplikasinya berjalan secara cloud.

 

Harga

Satu hal yang sulit ditandingi dari Chromebook adalah masalah harga. Yup, Chromebook dengan Chrome OS harganya sungguh jauh dibawah harga laptop pada umumnya. Bayangkan saja, Acer C7 Chromebook hanya dijual seharga $199 (Rp. 1,9 jt), Samsung Chromebook seharga $249 (Rp. 2,4 jt), dan Samsung Chromebook 550 seharga $449 (Rp. 4,3 jt). Harganya sangat menggoda sekali khan?

 

Kekurangan

Karena memang dikembangkan secara khusus untuk aplikasi cloud dan web apps, Chromebook tidak disertai dengan hardisk berkapasitas besar. Chromebook Samsung hanya disertai dengan hardisk SSD berkapasitas 16GB saja, yang tentu saja didedikasikan untuk OS dan berbagai file sistem di Chromebook tersebut. Sedangkan file kita “disarankan” untuk disimpan di cloud storage semacam Google Drive.

Tentu saja hal itu memerlukan koneksi internet yang cepat. Tanpa internet berkecepatan tinggi, akan sulit bagi kita untuk bisa mengakses file dan data kita yang tersimpan di cloud storage.

 

Penggunaan

Dengan fitur dan spesifikasi tersebut, Chromebook hanya cocok digunakan untuk kegiatan browsing dan office saja. Pelajar, mahasiswa, pekerja kantoran, atau siapapun yang ingin menyelesaikan pekerjaannya bisa mengambil manfaat dari Chromebook ini.

Bagaimana? Tertarik dengan Chromebook tidak?

Bagi kamu yang ingin mencoba Chrome OS tanpa membeli Chromebook, kamu bisa menginstall Chromium OS di komputer kesayangan kamu. Langsung saja baca cara install Chromium OS yang sudah pernah PG bahas sebelumnya.