Seberapa Amankah Data Pribadi Kita di Skype?

Skype adalah salah satu instant messenger sekaligus layanan VOIP yang cukup populer. Tentu saja untuk menggunakannya kita perlu mendaftar terlebih dahulu dan memberikan data-data pribadi kita seperti nama, umur, alamat, email, dll. Tetapi seberapa amankah data pribadi yang kita berikan ke Skype tersebut akan tersimpan kerahasiaannya?

Seberapa Amankah Data Pribadi Kita di Skype?

Pertanyaan ini kembali muncul setelah Skype diduga “membocorkan” data pribadi seorang remaja pendukung Wikileaks ke salah satu lembaga investigasi swasta.

Cerita berawal ketika Paypal memutuskan untuk membekukan rekening Wikileaks, desember 2010 lalu. Hal itu memicu Anonymous melakukan serangan hacking ke Paypal. Paypal-pun akhirnya berusaha mentracking si hacker dengan menyewa jasa dari iSight.

iSight mereka sewa untuk bisa mentracking dan menemukan siapa yang bertanggung jawab dibalik penyerangan Paypal ini. Setelah melakukan penyelidikan, iSight menemukan bahwa sang target merupakan remaja Belanda berumur 16 tahun yang beraksi dengan nama samaran.

iSight kemudian menghubungi Skype (yang juga merupakan klien iSight) dan meminta data dari remaja tersebut. Dari catatan polisi, Skype langsung memberikan data personal seperti usename, nama asli, alamat email, hingga alamat rumah yang digunakan dalam detail pembayaran layanan Skype. Skype memberikannya dengan “sukarela”, tanpa melalui proses pengadilan seperti yang seharusnya. Apalagi Skype membocorkan data pribadi ini ke lembaga swasta, dan bukan lembaga pemerintahan.

Jika sudah begini, pasti pengguna Skype bertanya-tanya..apakah data asli mereka aman di tangan Skype?

Hmmm..untuk memastikannya, mari kita lihat Privacy Policy dari Skype terlebih dahulu:

“Skype will not sell, rent, trade or otherwise transfer any personal and/or traffic data or communications content outside of Microsoft and its controlled subsidiaries and affiliates without your explicit permission, unless it is obliged to do so under applicable laws or by order of the competent authorities.”

“Skype may disclose personal information to respond to legal requirements, exercise our legal rights or defend against legal claims, to protect Skype‚Äôs interests, fight against fraud and to enforce our policies or to protect anyone’s rights, property, or safety.”

Di cuplikan Privacy Policy tersebut, terlihat jelas komitmen Skype untuk tidak membagikan data pribadi penggunanya kepada pihak lain tanpa seijin dari penggunanya. Mereka mungkin akan memberikan data pribadi tersebut ke pihak lain jika diminta oleh pihak yang berwajib berdasarkan hukum yang berlaku.

Nah, sudah jelas khan bahwa selama kita tidak melakukan kejahatan tertentu, dan data kita tidak diminta oleh pihak yang berwajib, data pribadi kita di Skype akan tetap aman.

Blunder Skype disini sepertinya karena telah membagikan data itu ke pihak penyelidik swasta tanpa melalui proses hukum terlebih dahulu.


Baca ini juga :

Punya Pertanyaan atau Komentar?

Jika kamu memiliki pertanyaan atau tanggapan mengenai artikel ini, silahkan tinggalkan komentar kamu disini