Kembangkan hobi mengarangmu dengan Storybook!

“Kalish,” ujarku menaikkan volume sedikit.

“Iyaaa… Iyaaa… Maaf Ian… Aku…”

Aku meletakkan jari telunjukku di bibir. Lalu berucap pelan. “It’s OK. Justru aku bersyukur. Dari situ aku tahu kamu pemain gitar yang bagus… Dari situ aku dapat ide untuk ngajak kamu tampil…”

Kalish terpana.

“Kamu mau?”

Kalish menunduk. Ia kembali ke pose favoritnya. Menunduk, kedua telapak tangan saling menyatu, dan dengan gugup meremas jari tangan kanan dan kirinya bergantian.

“Mau ya?” Desakku sedikit.

Kalish perlahan membuka bibir mungilnya, “Kalau menurut Ian aku bisa… Ng, aku mau…”

“Nah gitu dong!” Aku menepuk pundaknya sembari tertawa lebar. “Ya sudah. Aku pulang dulu. Ntar dikira kita ngapain lagi lama-lama disini…” Aku melangkahkan kaki. “Besok kuajak ke ruang Musik dan kukenalin sama teman-teman lain ya Kalish!”

Kalish mengangguk sedikit. Kemudian seperti teringat sesuatu, ia berseru lirih, “Ng, Ian…”

“Hmm,” Aku menoleh. Jarakku dengannya sudah sekitar tujuh meter.

“Menurutmu, permainanku bagus?” Tanya Kalish lirih.

Aku menggaruk-garuk kepala yang tidak gatal, “Sebetulnya kalo orang lain yang tanya, aku pengen bilang kalo aku bisa main gitar jauh lebih baik…” Ujarku cengengesan. “Sayangnya, fakta yang sebenarnya adalah… Suara gitarmu adalah yang paling indah yang pernah aku dengar…”

Aku mengucapkan kata-kata itu dengan ringan dan tulus. Tanpa ada nada merayu atau menggoda seperti biasanya. Seperti dengan santai aku mengatakan bahwa bumi itu bulat. Tapi ekspresi Kalish saat itu… Tidak akan pernah aku lupakan. Terekam jelas seperti film terjernih dan terbening yang pernah kutonton.

Melalui kedua mataku ini, aku melihat dalam gerak lambat sepasang pupil mata Kalish membesar, namun kelopaknya mengecil. Sudut-sudut bibir mungilnya tertarik ke arah berlawanan, menciptakan sebuah senyuman yang polos dan indah. Kedua pipinya memerah, wajahnya berubah cerah, seperti matahari yang baru terbit. Lalu lirih lidahnya berucap, “…terima kasih…”

Adegan di atas adalah scene dari Fanfic Tirando yang ada di:

http://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=10486619

PG menggunakannya untuk memudahkan memberikan contoh dibanding memakai novel dari penerbit yang sudah memiliki hak cipta.

Ingin membuat plotline serupa? PG yakin kamu bisa! Kalau kamu adalah individu yang antusias dengan dunia non-fiksi serta bercita-cita untuk jadi penulis novel, maka kamu akan terbantu oleh aplikasi yang akan dibahas oleh PG berikut ini: Storybook!

Kembangkan hobi mengarangmu dengan Storybook!

Sebagai penulis, kamu tentu saja memerlukan pembentukan karakter yang kuat, plot yang mengejutkan dan mudah diingat, lokasi-lokasi yang mempesona, serta koneksi antar elemen. Kesemua ini perlu dicatat dan disusun untuk membentuk sebuah cerita yang luar biasa.

Nah, untuk membantu menyimpan semua elemen inilah aplikasi Storybook bermanfaat. Aplikasi ini berisi berbagai fitur yang diperlukan seseorang dalam segala macam penulisan cerita. Aplikasi ini akan membantuk kamu menyusun scene demi scene dalam cerita kamu serta berbagai faktor yang ada dalam scene tersebut.

Jika penasaran, kamu bisa mendownload lebih dulu aplikasi ini di:

http://www.novelist.ch/joomla/index.php/en/download

Sebagai awal, kamu perlu membuka file baru terkait dengan cerita yang akan kamu tulis. Kamu akan mendapati workspace yang berisi karakter (characters), lokasi (locations), peristiwa (scenes) yang bisa kamu jabarkan secara kronologi. Kamu juga dapat menuliskan berbagai ide kamu terkait dengan cerita yang kamu tulis.

Kembangkan hobi mengarangmu dengan Storybook!

Dengan mendata elemen-elemen ini, kamu akan bisa menyusun satu cerita utuh dengan mudah. Teknik ini banyak digunakan oleh para pengarang, dimana mereka menyusun dulu karakter dan berbagai elemen cerita sebelum pada akhirnya disusun menjadi satu cerita utuh dengan plot yang mempesona. Untuk memudahkan kamu mencari elemen-elemen tersebut, kamu bisa memasang tag untuk mengelompokkan elemen-elemen itu.

Setelah menyusun berbagai elemen, kamu bisa menampilkan elemen-elemen tersebut dalam sebuah kronologis cerita untuk menguji apakah plot yang kamu susun sudah berjalan dengan menarik. Cukup gunakan opsi view dari aplikasi ini.

Kembangkan hobi mengarangmu dengan Storybook!

Dengan memanfaatkan program ini, PG yakin kamu bisa menyusun sebuah plot cerita yang menarik. Sekedar informasi, sekarang semakin mudah loh bila ingin menerbitkan buku. Banyak penerbit yang menyukai pendatang baru, bahkan ada juga opsi dimana kamu bisa mengeluarkan sedikit modal untuk menerbitkan novel kamu sendiri. Atau bila itu masih terlalu sukar, kamu bisa bergerilya mencari penggemar dulu dengan menulis cerita di blog atau website khusus fanfic. Selamat menulis!


Baca ini juga :

Punya Pertanyaan atau Komentar?

Jika kamu memiliki pertanyaan atau tanggapan mengenai artikel ini, silahkan tinggalkan komentar kamu disini

  • kok linknya mengarah ke scrivener,, dan enggak gratis.. :( yang storybook mana?

  • Shiddiq Muhammad

    tapi sayangnya mata ane sakit kalo lama2 di kompi gan ..