Alasan Kenapa Saya Lebih Memilih Menggunakan Windows 7 daripada Ubuntu 12.04

Tertarik dengan kecanggihan dan kemudahan yang ditawarkan Ubuntu 12.04 LTS terbaru, akhirnya saya mencoba untuk mengganti Windows 7 saya dengan sistem operasi tersebut. Keputusan ini diperkuat dengan seringnya crash dan error yang akhir-akhir ini sering terjadi di komputer Windows yang saya gunakan. Akhirnya tanpa ba-bi-bu lagi saya langsung mendownload Ubuntu 12.04 LTS, membakarnya ke CD, dan menginstallnya di komputer.

Manisnya Tampilan Ubuntu 12.04

Manisnya Tampilan Ubuntu 12.04

Setelah proses instalasi selesai, saya langsung login ke Ubuntu 12.04 LTS dan sangat terkesan dengan tampilannya. Proses loadnya juga sangat cepat ringan. Setiap aplikasi bisa langsung diinstall dengan sekali klik melalui fitur Software Centre. Software Centre ini merupakan sesuatu yang baru bagi saya yang tidak bisa saya temui di Windows yang pernah saya gunakan (mungkin fitur seperti ini baru ada di Windows 8 mendatang). Saya benar-benar terkesan dengan fitur dan kemudahan yang ditawarkan oleh sistem operasi gratis ini!

Untuk sesaat saya tidak ingin kembali lagi ke Windows 7..

Namun ternyata, “kebiasaan” telah mengalahkan saya. Bagaimana tidak, ketika saya bekerja keesokan harinya..saya tidak bisa menginstall software dan aplikasi yang biasanya saya gunakan untuk bekerja. Memang ada juga aplikasi Wine yang bisa membuat software Windows terinstall di Linux, tetapi tidak semua software kompatibel dengan aplikasi tersebut. Ada juga sih software alternatifnya di Ubuntu, tetapi fiturnya dan cara penggunaannya yang berbeda membuat saya harus mempelajarinya ulang..atau paling tidak membiasakan diri lagi dengan software baru tersebut

Misalnya saja saya yang biasa menggunakan PicPick (Windows) untuk mengambil screenshot tutorial, kini saya harus menggunakan Shutter di Ubuntu. Saya yang biasanya menggunakan Camtasia (Windows) untuk membuat video tutorial, kini saya harus menggunakan Kdenlive di Ubuntu. Hal tersebut juga terjadi untuk berbagai software lain yang biasa saya gunakan dalam bekerja. Lagi-lagi saya harus memperlajari fiturnya lagi dan membiasakan diri dengan software-software tersebut.

Ya..saya mengakui bahwa “kebiasaan” telah mengalahkan saya!

Bukan perkara yang mudah untuk mempelajari berbagai software dan aplikasi baru, apalagi jika memiliki waktu kerja yang sudah padat seperti saya saat ini. Kebiasaan saya menggunakan Windows dan ketergantungan saya dengan software-software yang kebanyakan hanya mendukung sistem operasi Windows akhirnya membuat saya harus merelakan sistem operasi gratis terkeren yang pernah saya install, Ubuntu 12.04 LTS!

Benar..saya meninggalkan Ubuntu 12.04 bukan karena sistem operasi dan sofware-softwarenya yang jelek..tetapi karena saya tidak terbiasa menggunakannya dan belum memiliki waktu untuk membiasakan diri saya. Hal tersebut membuat saya menyadari bahwa saya memiliki ketergantungan yang tinggi terhadap sistem operasi buatan Bill Gates ini.

Saya jadi ingin memiliki notebook baru dengan spec yang minimal..dan akan saya install dengan Ubuntu yang sangat ringan itu! Akan saya gunakan saat browsing-browsing di cafe atau saat bersantai di rumah, tetapi tidak pada saat saya kerja. Komputer kerja saya akan tetap menggunakan Windows :D

Bagaimana dengan anda? Apakah Windows juga sudah menjadi “kebiasaan” bagi anda? Beranikah anda mengubah “kebiasaan” tersebut?


Baca ini juga :

Punya Pertanyaan atau Komentar?

Jika kamu memiliki pertanyaan atau tanggapan mengenai artikel ini, silahkan tinggalkan komentar kamu disini

  • Arya Dewangga

    Jujur saya suka juga dengan Linux Ubuntu karna dia Open Source.. yaa itu saja kelebihanya, kalau pun mau dipake kerja, desain or gaming saya pake windows.. Ubuntu palingan buat browsing.. super kenceng kalau di Ubuntu.. SEMUA OS ADA KELEBIHAN DAN KEKURANGAN.. jadi Kita hanya pengguna Kalau kpengen Nyicip satu dengan yang lainya, saya sarankan Dual Boot saja.. selama saya bekerja saya juga bisa menikmati Ubuntu lts.. #gausahdibawaRibet

  • Edy

    walaupun menemui berbagai kesulitan ketika pertama kali menggunakan OS open source ini tapi akhirnya saya memutuskan tetap menggunakannya dari pada pakai OS windows (memang semakin canggih) tapi bajakan.

  • jegkol

    alasan windows membiarkan penggunanya menggunakan windows bajaka supaya mereka tidak beralih ke os open source