Twitter Menyiapkan Filter Foto untuk Bersaing dengan Instagram

Sebuah aplikasi Jejaring Sosial dengan konsep foto sharing seperti Instagram memang sedang panas-panasnya saat ini, dan tidak bisa di pungkiri ini membuat banyak Jejaring Sosial lain menjadi sedikit gerah. Bagaimana tidak, Instagram kini telah memiliki kurang lebih 100 juta pengguna. Dan dalam hal ini rivalnya Twitter tengah menyiapkan strategi untuk mengimbangi itu semua.

Seperti yang berhasil PG kutip melalui Blog milik New York Times, bahwa tengah berkembang kabar di Internet bahwa kini Twitter tengah menyiapkan fitur baru untuk para Tweeps alias pengguna Twitter. Fitur terbaru tersebut di siapkan untuk segera bersaing dengan Instagram dan tentu saja bertujuan untuk terus mengangkat popularitas Twitter.

Filter Foto, yup inilah nama fitur baru dari Twitter yang rencananya akan segera di luncurkan dalam beberapa bulan ke depan. Dengan adanya fitur filter foto tersebut, di harapkan para pengguna Twitter dapat menggunakan berbagai jenis efek untuk foto tanpa harus memakai aplikasi pihak ketiga seperti Instagram.

 

 

Menurut New York Times, sumber dari informasi ini adalah merupakan salah satu dari karyawan Twitter. Karyawan tersebut enggan menyebutkan namanya karena pihak perusahaan meminta agar proyek ini tetap rahasia. Sementara itu juru bicara dari Twitter masih enggan untuk memberikan komentar.

Dengan adanya fitur filter foto pada Twitter, kemungkinan besar hal ini akan berimbas pada berkurangnya tingkat penggunaan pada aplikasi pihak ketiga seperti Instagram. Terlebih dalam sebuah survei terbaru, bahwa hampir 60 persen foto Instagram yang di unggah melalui Twitter.

Bila di fikir, strategi Twitter untuk mengimbangi dominasi dari Instagram ini memang masuk akal, tentu saja para pengguna akan lebih memilih layanan yang sudah ada, dan sudah mereka gunakan sebelumnya seperti Twitter, daripada harus menggunakan aplikasi tambahan lagi, karena seperti yang PG ketahui aplikasi seperti Instagram hanya tersedia untuk platform iOS dan Android saja. Sedangkan sifat umum dari para pengguna biasanyua lebih memilih layanan yang instant dan mudah untuk di akses.

Via The New York Times


Baca ini juga :

Punya Pertanyaan atau Komentar?

Jika kamu memiliki pertanyaan atau tanggapan mengenai artikel ini, silahkan tinggalkan komentar kamu disini