Bagaimana Sebuah Email Bisa Mengungkap Skandal Perselingkuhan Direktur CIA

Akhir pekan lalu, Direktur CIA, Jenderal David Petraeus mengundurkan diri dari jabatannya karena ketahuan selingkuh dengan Paula Broadwell. Paula Broadwell adalah mantan Letnan Kolonel di US Army yang telah menjadi seorang penulis dan akademisi. Dialah yang menulis buku biografi dari Jenderal David Petraeus. Perselingkuhan mereka sepertinya bermula sejak November 2011 lalu dan baru berakhir pada Juli 2012 lalu setelah ketahuan.

Email-lah yang menjadi biang terbongkarnya skandal perselingkuhan mereka. Bagaimana hal itu bisa terjadi?

Jenderal David Petraeus

Jenderal David Petraeus

Paula Broadwell

Paula Broadwell

Jenderal David Petraeus dan Paula Broadwell

Jenderal David Petraeus dan Paula Broadwell

Jill Kelley

Jill Kelley

 

Trik “Save As Draft”

Sebenarnya, Jenderal David Petraeus sudah “sangat canggih” dalam berkomunikasi dengan Paula Broadwell lewat email. Mereka menggunakan teknik “Save As Draft” untuk menghindari tracking. Jadi Petraeus mendaftar sebuah akun gmail dengan nama palsu. Saat ingin berkomunikasi, dia membuat email tetapi tidak mengirimkannya. Dia hanya meminta Broadwell untuk login dan membaca draftnya. Dengan begitu tidak ada pertukaran data yang bisa dimata-matai oleh siapapun.

Teknik “Save As Draft” ini memang teknik yang sering digunakan oleh penjahat online untuk menghindari tracking melalui pertukaran data email. IP pengirim dan penerima tidak akan direcord jika email tidak benar-benar dikirimkan. Meskipun demikian Google mungkin mencatat IP login dari pengguna gmail.

Petraeus dan Broadwell sudah sangat cerdas dengan memanfaatkan teknik Save As Draft ini, karena hal ini membuat komunikasi keduanya tidak tercium oleh siapapun.

Tetapi..

 

Human Error

Secanggih-canggihnya sebuah sistem, seringkali human error-lah yang memicu terjadinya kesalahan fatal. Ini juga yang terjadi di kasus perselingkuhan ini. Cemburu buta Boradwell mendorong dia untuk mengirim email bernada mengancam ke Jill Kelley. Kelley adalah warga Florida yang merupakan rekan dari Petraeus.

Broadwell menganggap Kelley adalah “rivalnya” dalam perebutan cinta Petraeus. Alhasil, Broadwell mengirim banyak email yang bernada mengancam agar Kelley tidak dekat-dekat dengan Petraeus.

Disinilah letak human error dari Broadwell. Dia tidak menyadari bahwa setiap email yang dikirim akan selalu berisi metadata.

 

Metadata

Walaupun Broadwell mengirimkan email melalui akun tanpa nama (anonymous), tetapi dia lupa bahwa setiap email yang terkirim selalu memiliki metadata. Metadata ini berisi berbagai detail informasi seputar email tersebut, seperti IP pengirim, IP penerima, urutan server yang dilewati, dll.

Cara kerja email memang seperti surat pos konvensional. Mungkin isi surat bisa disembunyikan di dalam amplop dan di lem, tetapi tetap saja ada detail pengirim dan penerimanya. Informasi tersebut adalah metadata email.

Kelley yang meminta tolong FBI untuk menyelidiki email ancaman ini pun akhirnya dengan mudah bisa mengetahui bahwa email tersebut ada hubungannya dengan Broadwell. Sejumlah email itu dikirim melalui Gmail dengan nama alias yang dibuat oleh Petraeus.

Dari penyelidikan email tersebut, akhirnya Agen meyakini bahwa keduanya sedang berselingkuh. Ketika diselidiki dan diwawancarai oleh FBI, akhirnya keduanya-pun mengakui telah berselingkuh.

Nah, dari kejadian tersebut sudah tahu khan bahwa email itu tidak 100% private. Di setiap email yang kamu kirim dan kamu terima, ada metadata yang bisa diekstrak informasinya. Metadata inilah yang menjadi biang awal dari terbongkarnya perselingkuhan Direktur CIA tersebut.

via zdnet


Baca ini juga :

Punya Pertanyaan atau Komentar?

Jika kamu memiliki pertanyaan atau tanggapan mengenai artikel ini, silahkan tinggalkan komentar kamu disini

  • sungguh kasian sekali..
    tapi trik save as draft itu sangat bagus menurut saya :D