Apa itu Doxing dan Akibatnya Terhadap Privasi Kamu?

Akhir-akhir ini ada suatu istilah yang tengah populer di ranah internet, yaitu doxing. Apakah yang dimaksud Doxing ini sebenarnya? Secara resmi istilah ini belum dimasukkan ke dalam Kamus Oxford terbaru, akan tetapi yang dimaksud dengan doxing adalah upaya mencari dan mengidentifikasi identitas kehidupan nyata seseorang di Internet. Hal ini biasanya dilakukan dengan tanpa seizin pemilik identitas.

Apa itu Doxing dan Akibatnya Terhadap Privasi Kamu?

Doxing telah menjadi permasalahan yang umum terjadi di Internet, terutama di lingkup Forum dan Jejaring sosial yang menyebabkan kehidupan pribadi serta privasi seseorang menjadi tidak nyaman karenanya. Hah? Kok bisa? PG akan menjelaskan tentang Doxing ini mulai dari tataran istilah hingga gambaran kasus, akibat Doxing serta bagaimana melindungi diri dari doxing dalam artikel ini.

 

Definisi Doxing

Doxing adalah istilah yang menggambarkan proses memperoleh atau mengumpulkan informasi tentang seseorang berdasarkan seperangkat informasi awal. Atau dalam istilah teknisnya, Doxing adalah tindakan mencari di internet detil pribadi seseorang. Salah satu cara melakukan doxing adalah mengambil sepotong informasi (misalnya alamat email, IP) dan mengidentifikasi seseorang berdasarkan hal tersebut.

Istilah doxing sendiri berasal dari kata document tracing yang berarti mengumpulkan dokumen tentang seseorang atau perusahaan tertentu untuk mempelajari mereka lebih lanjut berdasarkan sumber-sumber yang sudah dipublikasikan oleh individu itu sendiri.

Wikipedia menghubungkan Doxing dengan keberadaan Personally Identifiable Information (PII) yaitu informasi identitas individu, kontak, lokasi, pekerjaan atau identitas unik lainnya yang bisa digunakan untuk mengidentifikasi kehidupan seseorang. Hal ini semakin mudah dilakukan dalam era jejaring sosial dimana banyak orang mengungkapkan kehidupan pribadinya di jejaring sosial.

Namun banyak orang yang merasa bahwa tindakan semacam itu tidak nyaman bagi kehidupan pribadinya sehingga diberikan perlindungan hukum terhadap PII ini untuk beberapa negara, dalam artian seseorang yang secara aktif melakukan penyebaran informasi pribadi seseorang bisa dituntut secara hukum atas dasar penyebaran informasi tanpa izin.

Hal ini penting karena penyebaran informasi ini bisa berujung pada tindak kejahatan seperti stalking, perampokan, pelecehan terhadap individu bersangkutan, dan banyak lagi.

Indonesia sendiri sebenarnya telah mengantisipasi doxing di Pasal 27 hingga Pasal 29 UU ITE yang melarang seseorang untuk menyebarkan informasi pribadi untuk melakukan penghinaan, pencemaran nama baik, pelanggaran kesusilaan, berita bohong, perjudian, pemerasan, pengancaman, menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu, ancaman kekerasan atau menakut-nakuti secara pribadi.

Gambaran kasus Doxing di Indonesia adalah seperti yang terjadi pada akun @TrioMacan2000 di Twitter, yang mana telah menyinggung banyak orang akibat beberapa konten fitnahnya terkait tuduhan korupsi dan penyimpangan politisi, berakibat banyak orang yang berupaya mengungkap sosok admin akun ini, serta akhirnya berujung pada saling serang masalah persona atau kehidupan pribadi seseorang.

Apa itu Doxing dan Akibatnya Terhadap Privasi Kamu?

Kamu yang sering bermain di Forum (terutama Forum ‘keras’ seperti FaithFreedom) mungkin sudah sering menemukan fakta semacam ini. Dimana seseorang berupaya mengungkap informasi pribadi serta kehidupan seseorang untuk dijadikan sasaran penghinaan, pelecehan, bahkan pengancaman.

 

 Akibat Doxing

Doxing seringkali menjadikan seseorang tidak nyaman untuk ber-internet ria karena seringkali pelaku doxing mengikutinya (stalking) untuk secara sengaja membuat ia merasa tak nyaman melalui penghinaan, pengancaman, bahkan lebih parah lagi menyangkut pautkan orang-orang di sekeliling target.

Apalagi bila ini sudah melibatkan seluruh Forum. Hampir bisa dipastikan bahwa pengguna akan merasa tidak nyaman karena hampir semua orang di jejaring sosial atau forum tersebut mem-bully dirinya dengan menggunakan data-data pribadi yang dibocorkan. Ugh!

 

Melindungi Diri dari Doxing

Apa itu Doxing dan Akibatnya Terhadap Privasi Kamu?

Tidak ada asap bila tidak ada api. Doxing biasanya terjadi bila individu bersangkutan sudah menyinggung orang atau komunitas tertentu di Internet. Bila ingin menghindari doxing, kamu perlu tahu hal-hal yang biasa digunakan seseorang untuk mengekspos informasi pribadi, antara lain adalah:

  • Nama lengkap
  • jenis kelamin, tempat tanggal lahir, usia
  • Lokasi
  • Alamat Email
  • IP addresses
  • Username
  • Profil Jejaring sosial
  • Websites dan blog

Kalau kamu bisa menjaga hal-hal di atas tetap rahasia dalam kehidupan berinternet kamu, maka kamu bisa menghindarkan diri dari doxing. Kamu juga perlu membaca artikel PG tentang 4 hal yang bisa membocorkan privasi kamu di dunia maya agar tidak mudah terungkap. Dengan kata lain, kamu ber-internet sebagai anonim (anonymous). Itu salah satu cara yang efektif untuk menghindari doxing. Tapi terkadang orang tidak menyukai cara ini karena kadang Internet digunakan sebagai ajang ‘narsis’ dan saling berbagi potongan kehidupan pribadi.

Kalau kamu tipe orang yang tidak keberatan data kamu tersebar di internet, maka satu hal yang perlu kamu pastikan adalah: jangan menyinggung orang lain di internet. Menjadi pribadi ofensif saat berdebat, sarkastik, suka menghina orang lain, jelas menjadi target empuk tindakan doxing ini. Kerugian yang kamu alami akibat doxing jelas adalah jatuhnya citra kamu, ini berdampak besar bila kamu memiliki bisnis yang memanfaatkan Internet.

 

Nah, itulah terminologi doxing beserta dampaknya yang merugikan. Kamu harus mewaspadai aktivitas doxing ini. Sulit mengambil langkah represif bila kamu terlanjur menjadi target doxing kecuali pasang muka tebal ketika informasi pribadimu (terutama yang negatif) disebarkan. Memang kita bisa melakukan tuntutan atas dasar Pasal 27-29 UU ITE, tapi tentu saja pelaku doxing sudah mengantisipasinya dengan menggunakan akun anonim, browser proxy, dan sebagainya sehingga tidak semudah itu dilacak. Lebih baik kita mengambil langkah preventif – menyembunyikan informasi pribadi kamu, tidak menyinggung orang lain dan lebih fokus menyebarkan manfaat kepada orang banyak melalui eksistensi kita di Internet. Setuju?!…

 


Baca ini juga :

Punya Pertanyaan atau Komentar?

Jika kamu memiliki pertanyaan atau tanggapan mengenai artikel ini, silahkan tinggalkan komentar kamu disini