5 Tipe Gamer yang Perlu Kamu Ketahui

Apakah game adalah hobimu? Darahmu? Semangatmu? PG yakin dalam game online kamu sudah menghadapi berbagai macam musuh, baik MMORPG seperti World of Warcraft atau One Person Shooter seperti Point Blank dan Counter Terrorist. Ternyata ada 5 tipe gamer yang kamu perlu ketahui sebagai referensi dalam ‘berperang’ atau bekerjasama.

5 Tipe Gamer yang Sebaiknya Kamu Ketahui

 

 

Kenapa perlu mengetahui tipe-tipe gamer ini? Tentu saja agar kamu tidak kaget melihat ‘kelakuan’ mereka. Percuma kamu berteriak-teriak, memaki-maki, karena mereka pasti jauh dari kamu. Cukup waspadai saja, siapa tahu kamu menemui gamer seperti yang digambarkan oleh PG berikut ini, dan kamu bisa menghadapi mereka dengan penuh ketenangan. Eeeaaaa…

 

1. Noob a.k.a Nubi

Istilah Noob atau Nubi ini biasanya digunakan untuk menggambarkan seseorang yang baru saja bergabung dalam permainan. Mereka belum tahu ‘adat istiadat’ bermain game online, banyak tanya (yang gak penting), dan mungkin sering melakukan kesalahan yang merugikan kamu kalau ini adalah permainan tim.

Kamu harus bersabar untuk menghadapi tipe gamer yang seperti ini. Semoga saja mereka tidak terlalu kaku ketika kamu mengajarinya. Karena yang paling menjengkelkan adalah mengajari Nubi yang sok tahu dan tidak pernah mendengar pendapat orang lain.

Lawannya: Veteran…Tipe orang yang seakan sudah tahu segalanya. Biasanya bakal nyuekin mereka yang ‘level’-nya jauh berbeda. Tapi tipe gamer seperti ini biasanya senang dan bangga kalau dimintai saran.

 

2. Talker a.k.a Si Tukang Ngoceh

Si tukang ngoceh ini hobi sekali mengungkapkan apa saja yang ada di pikirannya selama bermain game, sampai-sampai rasanya sangat mengganggu. Kita harus secara terus menerus mengingatkan mereka untuk diam karena teriakan-teriakan dan upayanya untuk menilai game yang dimainkan benar-benar menjengkelkan!

Lebih buruk lagi kalau yang hobi berbicara tapi terus mengeluarkan kata-kata kotor atau yang berupaya menyenandungkan keras-keras lagu yang mereka putar dari ponsel atau iPod mereka.

Lawannya: Si pendiam… Mereka bahkan tidak mengenakan headset dan tidak merasa perlu berbicara leat perangkat itu. Memang asyik untuk beberapa jenis permainan, tapi gak enak juga kalau pada permainan yang memerlukan kerjasama tinggi.

 

3. The Quitter a.k.a Tukang Berhenti

Tukang berhenti ini memang bikin jengkel. Mereka adalah gamer tanpa etika yang tahu-tahu pergi saja dari game bila bosan tanpa sadar bahwa itu mengganggu dan menjengkelkan orang lain yang terlibat dalam game itu.

Lawannya: The Stalker…Tipe gamer yang gak bakal berhenti meskipun disuruh berhenti. Kadang-kadang kamu bakal dianggap ‘teman baik’ oleh tipe gamer ini karena dia pasti akan mengikuti kamu kemanapun dalam game online.

 

4. Cheater a.k.a Tukang Curang

Ada banyak bentuk kecurangan. Kamu pernah mengalami situasi dimana server PB kamu dipenuhi Bot? Menyebalkan bukan? Atau mungkin ada yang menghack chara game RPG yang kamu mainkan sehingga muncul chara kebal magic anti attack? Pffff… Untuk menghadapi orang semacam ini, mending kamu menjauhinya saja daripada naik darah, apalagi kalau ‘curang’ itu kata yang tidak ada dalam kamus hidupmu. Pertahankan!

Lawannya: The Stickler a.k.a si Jujur Lurus…Mereka tahu aturan dan mengikutinya terus.

 

5. Soloist a.k.a Penyendiri

Beberapa gamer punya harga diri yang terlalu tinggi sehingga mereka seolah ingin menangani semuanya sendiri. Mereka bermain menurut aturan mereka sendiri dan susah diatur atau dikendalikan. Yang menyebalkan, mereka seakan susah untuk diajak bekerjasama, bahkan terkadang tidak segan-segan berkhianat . Tapi bila bisa dimanfaatkan dengan tepat, tipe gamer semacam ini akan jadi aset karena soloist rata-rata ber-skill tinggi!

Lawannya: Pemimpin… Tipe gamer yang suka memimpin, mendelegasikan tugas. Meskipun skill-nya mungkin hanya rata-rata, tapi kemampuan organisasi dan kharismanya bagus sehingga kamu senang menerima komandonya.

 

Haha… Kalau kamu seorang pecandu game online, kamu pasti menemui tipe-tipe gamer seperti itu. Buka mata lebar-lebar dan daripada kamu stress oleh tindakan mereka, lebih baik berusaha mengatasi perilaku mereka dan memanfaatkannya!


Baca ini juga :

Punya Pertanyaan atau Komentar?

Jika kamu memiliki pertanyaan atau tanggapan mengenai artikel ini, silahkan tinggalkan komentar kamu disini