BlackBerry akan Merilis BBM Software untuk Desktop

Meskipun dianggap tengah mengalami penurunan di seluruh dunia, BlackBerry tidak henti-hentinya menelorkan kehebohan. Mulai dari merilis aplikasi tak resmi BBM for iOS dan Android, akuisisi BlackBerry, dan justru merilis beberapa produk baru seperti BlackBerry Q5. Kali ini BlackBerry kembali melempar isu yang menghebohkan bahwa perusahaan Kanada ini akan melaunching BBM software untuk desktop.

BlackBerry akan Merilis BBM Software untuk Desktop

Menanggapi hal ini pada awalnya banyak yang antusias karena cukup menjanjikan juga bila dapat menggunakan fasilitas BBM tanpa harus membeli perangkat BlackBerry yang dianggap overprice tersebut. Sayangnya pengujian oleh para ahli teknologi menunjukkan bahwa app ini nampaknya sukar diharapkan. Implementasi desktop terhadap layanan pesan instan ini sangat kacau.

Setelah menginstall aplikasi ini, pengguna masih harus menghubungkan ponsel mereka dengan komputer, mungkin lewat Wi-Fi. Jika kamu tengah ada di Cafe dan ingin mengirim pesan cepat lewat laptop, kamu harus terlebih dahulu menemukan cara untuk menghubungkan ponsel ke komputer. Mirip dengan sistem BB PlayBook yang sangat mengganggu: Mengharuskan pengguna memiliki ponsel BlackBerry untuk bisa memanfaatkan fasilitas PlayBook.

Mengirim pesan kepada seseorang semestinya dimudahkan. Semestinya kita tidak perlu khawatir apakah ponsel kita menyala atau mati ketika mengirim pesan dari komputer. Beberapa app seperti YM dan Skype menggunakan sistem ini dengan sangat baik. Tapi memang BBM bukan SMS – semestinya memang lebih baik dan lebih aman. Pesan BBM dikirim melalui server BlackBerry, seperti halnya pesan Facebook, iMessage, WhatsApp, dan sebagainya. Dan semestinya layanan semacam ini tidak perlu menggunakan ponsel sebagai router.

Inilah mengapa membatasi BBM ke satu perangkat saja merupakan kelemahan sekaligus kekuatan BlackBerry. Namun saat ini banyak orang yang memiliki ponsel, tablet, dan komputer yang ingin mereka gunakan di saat bersamaan. Tentu saja sistem BBM for desktop yang mewajibkan pengguna untuk terhubung dengan ponsel sukar untuk dimaafkan.


Baca ini juga :

Punya Pertanyaan atau Komentar?

Jika kamu memiliki pertanyaan atau tanggapan mengenai artikel ini, silahkan tinggalkan komentar kamu disini